Calon TKI ‘Digembleng’ untuk Dikirim ke Jepang

SURABAYA – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Dinaskertransduk) Jawa Timur menyiapkan pelatihan untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pelatihan ini disiapkan untuk disalurkan sebagai tenaga kerja di Jepang. Pasalnya, sampai saat ini Jepang masing membutuhkan sekitar 3.000 pekerja.

Kadisnakertransduk Jawa Timur, Soekardo mengatakan, pihaknya menyiapkan modul 240 jam selama 40 hari untuk TKI Jepang.

“Setelah pelatihan ini mereka akan mengikuti test di Jakarta. Jika sesuai syarat maka akan langsung diberangkatkan ke Jepang,” kata Soekardo, Jumat (15/4/2016).

Soekardo juga mengatakan, saat ini kebutuhan tenaga kerja di Jepang adalah pembangunan infrastuktur stadion olimpiade. Yang dibutuhkan adalah tenaga kerja pertukangan. Sedangkan masa kerja di negeri sakura itu adalah selama tiga tahun.

“Disana mereka akan digaji setara dengan Rp10 juta dan seluruh kebutuhan selama di Jepang akan ditanggung oleh pemerintah tersebut,” jelasnya.

Soekardo juga mengakui, animo masyarakat Jawa Timur untuk bekerja di Jepang sangat tinggi. Sayangya tidak diimbangi dengan ketahan fisik serta kecakapan keahlian dan mahir berbahasa Jepang. Buktinya, dari 3.800 orang pelamar untuk bekerja di pembangunan Infrastruktur stadion olimpiade hanya 80 yang diterima. Sisanya, 3.720 orang ditolak.

“Rata-rata alasannya ditolak karena kendala bahasa,” pungkas mantan Sekretaris DPRD Jawa Timur ini.

Ia juga menyebut beberapa syarat agar bisa lolos bekerja di Jepang adalah calon pekerja harus disiplin, mahir, terlatih dalam bekerja dan mampu menguasai bahasa Jepang.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/04/15/519/1364106/calon-tki-digembleng-untuk-dikirim-ke-jepang